:: JamuGendong ::

Pahit Manis Sama Saja

Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

Penguasa

Ditulis oleh jamugendong di/pada 23 Desember 2009

Sudah galibnya memang, jika kita berada dekat dengan penguasa maka kita akan mendapat cipratan kekuasaannya. Atau paling tidak mendapat cipratan rejeki dalam tanda kutip. Kenapa dalam tanda kutip? Ya jelas, rejeki yang nempel di dekat  penguasa biasanya rejeki yang mempunyai kausalitas. Rejeki yang mempunyai efek balik. Yaitu rejeki yang tak mungkin turun kepada kita jika tak ada yang bisa diharap dari kita.

Orang lain tak akan memberikan sesuatu kepada kita jika bukan karena pengauasa yang ada di dekat kita. Orang taidak akan memberikan sesuatu kepada kita, jika mereka tidak akan mendapatkan sesuatu dari penguasa itu melalui kita. Dan sesuatu yang kita bilang rejeki itu, dia sesungguhnya adalah suap

Kalau saja penguasa yang kita dekati saja bisa mendatangkan sesuatu kepada kita, menapa kita tidak mendekati sang Maha Kuasa saja yang dapat mendatangkan rahmat!

Dekatlah pada penguasa, maka kau akan mendapat suap.

Dekatlah pada Sanag maha Kuasa, maka kau akan mendapat rahmat.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Memaknai Arti Bersepeda

Ditulis oleh jamugendong di/pada 23 Desember 2009

[Artikel ini pernah dimuat di Kompas 01/12/2009]

Tahukah anda, bahwa semakin hari kualitas udara kota Bandung semakin buruk yang dipicu oleh polusi udara yang semakin tinggi? Tingginya polusi udara Kota Bandung ini, bahkan lebih tinggi dari Kab. Bandung, Kota Cimahi maupun Kab. Sumedang. Dari hasil pengukuran kualitas udara kota Bandung pada tahun 2005, diketahui bahwa di beberapa ruas jalan kadar polutannya sudah melewati nilai ambang batas (www.udarakota.bappenas.go.id). Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa di Jln. Asia Afrika kadar CO 8-12 ppm. Di Jln. Merdeka, CO mencapai 8,2-14,7 ppm. Padahal, batas konsentrasi karbon monoksida (CO) adalah 9 ppm.

Pengukuran ini juga menyimpulkan bahwa penyumbang polutan CO terbesar bagi Kota Bandung adalah berasal dari sektor transportasi yang terdiri atas kendaraan pribadi, motor, dan angkutan umum.  Simpulan ini relevan dengan hasil polling yang dilakukan oleh bappenas pada situs yang sama (23/11), dari 1.264 responden menyatakan bahwa kontributor pencemaran udara terbesar di berbagai kota besar berasal dari kendaraan bermotor (60%). Disusul urutan kedua adalah sektor industri (30%) dan kebakaran hutan memberikan kontribusi penyebab polusi sebesar 10%.

Menurut Ir. Puji Lestari, dosen dan peneliti Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung, pencemaran udara di Kota Bandung pada tahun 2009 ini telah meningkat menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2002. Pada 2002 kandungan karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrokarbon, dan suspended particulated matter masing-masing mencapai 31.079,9 mikrogram per meter kubik, 2.820,5 mikrogram per meter kubik, 2.923,6 mikrogram per meter kubik, dan 392 mikrogram per meter kubik (Kompas, 06/08/2009). Dan kendaraan bermotor tetap sebagai pemicu polusi tertinggi.

Oleh karena penyebab polusi terbesar adalah sektor transportasi, maka adalah sangat tepat jika usaha-usaha untuk mengatasi polusi udara tersebut dimulai dengan melakukan pengaturan-pengaturan berkaitan dengan penggunaan kendaraan bermotor. Meskipun pengaturan penggunaan kendaraan bermotor di Bandung ini menjadi kewenangan pemerintah daerah, namun sangatlah tidak bijak jika kita tidak berkontribusi secara aktif. Kontribusi aktif dapat dilakukan oleh masyarakat, misalnya dalam bentuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Sebagai penggantinya, sebagai alat transportasi kita bisa menggunakan angkutan umum atau sepeda! Sepeda? Ya, sepeda, mengapa tidak.

Sepeda Dicibir?

Sebagian orang memang masih mencibir tentang penggunaan sepeda sebagai alternatif alat transportasi untuk menunjang aktivitas bekerja. Karena sebagian orang ini masih menganggap bahwa pemakaian  sepeda sebagai alat transportasi akan merepresentasikan kelas sosial marjinal bagi pemakainya. Namun demikian, sesungguhnya hal ini sangat bergantung kepada bagaimana kita memaknai arti bersepeda. Memaknai sesuatu atau enrichment adalah bagaimana kita memandang dan menempatkan sesuatu tersebut pada persepsi kita. Bagaimana kita memandang sesuatu itu akan sangat tergantung pada bagaimana kita memaknai sesuatu tersebut.

Sewaktu kita hanya punya sepeda dan belum punya sepeda motor –apalagi mobil, kemana-mana setiap kali beraktivitas, kita selalu menggunakan sepeda. Entah itu ke sekolah, ke warung, ke perpustakaan, ke tempat les, ke rumah kawan atau kemanapun. Tetapi saat kita mulai dewasa dan banyak di antara kawan kita yang telah mengendarai sepeda motor bahkan mobil, maka kita sering beranggapan bahwa memakai sepeda motor apalagi mobil lebih bergengsi daraipada naik sepeda. Dengan kata lain mengendarai sepeda lebih terhina daripada mengendarai motor.

Ke sekolah menengah apalagi kuliah, kita sudah merasa malu menggenjot sepeda. Terlebih lagi jika bertandang ke rumah seseorang yang kita ingin dekati. Kita lebih senang naik angkot daripada bersepeda. Lebih bergengsi dan berkelas, katanya.

Itulah contoh kongkret bagaimana kita memaknai sesuatu hal, dalam hal in sepeda. Jika kita memaknai bahwa sepeda merupakan alat angkut yang sangat hina, maka kita akan malu mengendarainya. Karena kita telah menganggap bahwa diri kita sangat hina akibat sepeda itu.

Namun jika kita memaknainya dengan makna lain yang lebih tinggi, maka kita akan dengan senang hati atau bahkan sangat bangga mengendarai sepeda. Jika kita melekatkan makna bersepeda adalah olah raga, maka kita akan dengan senang hati bersepeda karena ada target tinggi berupa kebugaran yang hendak kita capai. Betapapun jalan naik ataupun turun gunung. Baik di jalan raya atau bahkan di jalan tanah berbatu atau berlumpur, kita akan dengan senang hati menggenjot sepeda bahkan menuntun atau memanggul sepeda itu jika jalan tak lagi bisa dilalui dengan mengendarainya. Itu semua kita lakukan dengan senang hati dan gembira.

Makna Tertinggi

Demikian pula di lingkungan pekerjaan. Bagaimana kita memaknai setiap pekerjaan yang kita lakukan, akan sangat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan kita. Paling tidak dari sisi interpretasi kita. Jika kita memaknai diri kita hanyalah sebagai anak buah dan pesuruh atasan, maka kita hanya akan bertindak jika kita disuruh dan diperintah oleh atasan tanpa inisiatif. Tetapi jika dengan pekerjaan yang sama kita memaknainya dengan lebih tinggi, sebagai partner atau bahkan sebagai pengatur pekerjaan atasan, maka kita secara tak sadar akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Karena kita merasa yakin bahwa tanpa peran kita, atasan tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

Oleh karena itu, mari kita maknai aktivitas bersepeda kita dengan makna tertinggi yang dapat kita lekatkan padanya. Jika kita meletakkan makna bersepeda sekedar sebagai gaya hidup para eksekutif maupun para urban, maka kita hanya akan senang hati mengendarai sepeda sebatas gaya hidup. Karena dalam persepsi kita, kita tidak sedang mengendarai sepeda tetapi kita sedang larut mengikuti mode dan gaya hidup, yang sesaat berikutnya dapat pudar sejalan munculnya gaya hidup yang lain. Namun jika kita melekatkan arti bersepeda secara hakiki bahwa sepeda adalah alat transportasi yang ramah lingkungan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para anggota komunitas pekerja bersepeda atau Bike to Work (B2W), maka kita akan dengan sengan hati dan bangga mengendarai sepeda tersebut. Karena dalam persepsi kita, sesungguhnya kita bukan hanya sedang mengayuh sepeda untuk beraktivitas, tetapi kita sedang beramal soleh bagi jagat raya ini dengan mengurangi global warming, mengurangi polusi udara kota Bandung yang semakin hari semakin menguatirkan.

Mari kita hijaukan bumi ini, kita birukan langit ini.

Lamun sanes urang, saha deui?

Lamun teu ayeuna, iraha deui?

Let’s act beyond green.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

The World is Flat

Ditulis oleh jamugendong di/pada 23 Desember 2009

Pada jaman dahulu, masyarakat menganggap bahwa bumi ini adalah suatu bidang datar. Pada abad 15 pemahaman ini bahkan telah dianggap sebagai suatu kebenaran. Bahkan Columbus mempercayainya jika manusia dari barat, maka akan berakhir di timur. Paham ini sampai sekarang ternyata masih juga banyak pengikutnya. Salah satunya tergabung pada www.theflatearthsociety.com. Sejalan dengan perubahan jaman, peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta astronomi, akhirnya pemahaman manusia tentang bumi berubah. Manusia mulai percaya bahwa bumi itu berbentuk bulat, dan bumi tersebut berputar melalui porosnya dengan matahari sebagai pusatnya (helio centris).

Meskupun tulisan ini saya buka dengan berbagai pendapat atau pemahaman orang tentang bentuk fisik bumi kita, namun sesungguhnya saya tidak sedangmebicarakan astronomi ke hadapan pembaca sekalian. Bahwa bumi itu rata atau the world is flat, bukanlah suatu pengertian harafiah, tetapi suatu pemahaman baru dan jargon baru bukan tentang bentuk fisik bumi, tetapi bisa berbagai hal dari berbagai dimensi.

Dalam dunia informasi dan teknologi (IT), jargon the world is flat adalah pemahaman tentang kemudahan yang disodorkan oleh kemajuan dunia internet. Yaitu kita dapat memperoleh informasi apapun dan dari manapun hanya dalam hitungan detik bahkan milidetik. Informasi tersebut tersaji dengan jelas hanya di atas layar datar komputer maupun laptop.

Dalam dunia telekomunikasi, kecenderungan the world is flat juga sudah mulai menggejala. Flat yang dimaksud dalam jargon ini adalah flat dari segi tarif yang dibebankan kepada pemakai fasilitas telekomunikasi.

Beberapa operator telekomunikasi saat ini telah banyak yang memberlakukan zona lokal yang semakin luas. Zona lokal yang semakin luas ini berarti mengenakan tarif yang sama atau flat pada jarak yang berbeda. Selain itu ada pula tarif flat atas penggunaan fasilitas telekomunikasi selama suatu periode tertentu (harian, mingguan maupun bulanan), tanpa memerdulikan lagi seberapa banyak pelanggan menggunakan fasilitas telekomunikasi tersebut.

Internet, sebagai anak kandung telekomunikasi, justru telah lari sedemikian jauhnya meninggalkan jargon dan konsep the world is flat. Karena di dunia internet, saat ini hampir sudah tidak berlaku lagi tarif yang harus ditanggung oleh pelanggan atau user yang memanfaatkan content internet. Tarif yang berlaku di dunia internet adalah tidak ada tarif, alias free. Tengoklah YM!, Friendster, Blogger, WordPress, Gtalk, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi,  semuanya diciptakan untuk user dengan tidak memungut sepeserpun dari user.

Era gratis atau tidak berbayar ini, cepat atau lambat, mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti akan berimbas pada dunia telekomunikasi dengan segala produk turunannya. Baik dalam bentuk voice, data atau lainnya.

Jika masa tidak berbayar ini tiba, maka sudah tidak ada lagi pendapatan abonemen yang secara tetap biasanya akan kita peroleh setiap bulan. Tidak ada lagi pendapatan atas pemakaian telekomunikasi oleh pelanggan. Banyak hal memang yang kelak dapat dilakukan untuk mencari pengganti atas revenue yang hilang ini. Namun sebelum masa itu tiba, sangatlah tepat jika kita mengatur strategi bisnis memanfaatkan era tarif flat ini dengan memberikan tarif flat pula kepada pelanggan kita.  Oleh karena era ini tidak akan berlangsung lama, maka kecepatan kita mengambil keputusan akan sangat mempengaruhi hasil yang kita harapkan. Semakn lambat kita mengambil keputusan, maka era flat akan segera berganti menjadi era free. Jika era ini tiba dan kita belum sempat mengoptimalkan potensi yang ada selama era flat, maka berarti kerugian besar telah terjadi.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Manohara

Ditulis oleh jamugendong di/pada 1 Juni 2009

manohara

Lha iya, wong waktu kawin aja diem-diem, ee lha giliran sudah tidak suka (?) ngoyoworo kalau disiksa suaminya. Sudah gitu kok ya semua orang dilibatkan. Negara juga dibilang enggak bertanggung jawab, bahkan Dubes juga disuruh mundur dari jabatannya.

Balasan akhirnya datang juga dari kerabat kerajaan Kelantan yang akan membawa kasus ini ke pengadilan, biar terbukti apakah benar terjadi penyiksaan atas diri Manohara oleh Sultan Kelantan atau tidak. Nah lho?

Bagian berikutnya dari babak ini adalah, kita tunggu tampilnya para pengacara.

Sampeyan mau jadi pengacaranya Manohara Odilia Pinot?

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

Penguasa

Ditulis oleh jamugendong di/pada 19 Maret 2009

Sudah galibnya memang, jika kita berada dekat dengan penguasa maka kita akan mendapat cipratan kekuasaannya. Atau paling tidak mendapat cipratan rejeki dalam tanda kutip. Kenapa dalam tanda kutip? Ya jelas, rejeki yang nempel di dekat penguasa biasanya rejeki yang mempunyai kausalitas. Rejeki yang mempunyai efek balik. Yaitu rejeki yang tak mungkin turun kepada kita jika tak ada yang bisa diharap dari kita.

Orang lain tak akan memberikan sesuatu kepada kita jika bukan karena pengauasa yang ada di dekat kita. Orang taidak akan memberikan sesuatu kepada kita, jika mereka tidak akan mendapatkan sesuatu dari penguasa itu melalui kita. Dan sesuatu yang kita bilang rejeki itu, dia sesungguhnya adalah suap

Kalau saja penguasa yang kita dekati saja bisa mendatangkan sesuatu kepada kita, menapa kita tidak mendekati sang Maha Kuasa saja yang dapat mendatangkan rahmat!

Dekatlah pada penguasa, maka kau akan mendapat suap.
Dekatlah pada Sanag maha Kuasa, maka kau akan mendapat rahmat.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Waton Ngglundhung

Ditulis oleh jamugendong di/pada 9 Februari 2009

Pagi ini salah seorang kawan saya, seorang penulis buku dan pembicara di berbagai seminar, tiba-tiba telepon dari Medan. Saat ini dia sedang menunggu giliran bicara di suatu seminar. Lalu apa masalahnya?

“Saya grogi!” katanya.

Bah!
Apa pula ini?
Penulis buku, bloger, pembicara di berbagai seminar dan entah apalagi profesinya kawan saya ini, lha kok masih juga diserang demam panggung saat mau bicara di depan seminar.

Tapi ya itulah, namanya juga manusia. Saya juga pernah mengalami hal seperti ini waktu nunggu ujian tesis dulu. Memang hanya sekali saya mengalami itu, tapi bukan berarti setelah itu saya tidak pernah mengalami demam panggung, ohh sama sekali bukan. Saya tidak pernah mengalami lagi karena memang hanya sekali itulah saya bicara di depan orang (jadi, biasanya bicara di belakan orang toh? Asss, prek…!)

Waktu itu saya telepon simbok saya di kampung, ngasih tahu kalau saya mau maju sidang tesis dan mohon doa restunya. Dan sekarang, lha kok saya yang ditelepon oleh kawan saya itu. Bisa apa saya? Jangankan jadi pembicara seminar, apalagi keynote speaker wong ngeblog aja juga ndak bisa rutin karena enggak bisa ngomong eh nulis je.

Setelah panjang lebar bicara, rupanya kawan saya ini tetap ngotot minta saran saya agar tidak grogi saat bicara sebentar nanti. Lalu dengan sangat ngawurnya saya katakan wis pokoke rai gedeg aja! Ya, muka tembok atau muka badak.. Sampaikan materi presentasi yang sudah disiapkan semaksimal mungkin karena bagaimanapun juga the show must go on. Habis saran apa coba yang bisa saya sampaikan kepada orang sekaliber dia, apa enggak kebalik-balik ini namanya. Wis pokoke, waton ngglundhung aja. Mengalir.

”Terimakasih, itulah saran sampeyan yang saya tunggu-tunggu” puji kawan saya dengan berbinar-binar, lalu telepon di tutup.

Saya jadi termangu dan tertawa geli.

Kita seringkali memang berada pada suatu titik yang membuat kita gamang dan tidak mampu berbuat sesuatu. Berbuat sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana. Saat seperti inilah kita memerlukan sesuatu yang dapat memompa semangat kita. Dan sesuatu ini bagi setiap orang tentu berbeda. Bagaimana dengan sampeyan?

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kita Sudah (Semakin) Tua

Ditulis oleh jamugendong di/pada 18 September 2007

osteoporosis.jpg

Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sudah semakin dewasa, kalau kita enggan menggunakan istilah tua. Beberapa helai rambut di kepala yang sudah mulai berubah warnanya menjadi keperakan, juga belum mampu menyadarkan kita. Kerut di wajah dan gelambir di sekitar mata tak juga menyadarkan kita, bahwa sesungguhnya kit sudah semakin tua.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Doa Cahaya

Ditulis oleh jamugendong di/pada 18 September 2007

cahaya.gif

Ya Allah,
 jadikan cahaya dalam hatiku
cahaya dalam kuburanku
cahaya dalam pendengaranku
cahaya dalam penglihatanku
cahaya dalam rambutku
cahaya dalam kulitku
cahaya dalam dagingku
cahaya dalam darahku
cahaya dalam tulang-tulangku
cahaya di hadapanku
cahaya di belakangku
cahaya di samping kananku
cahaya di samping kiriku
cahaya di atasku dan
cahaya di bawahku

Ya Allah,
tambahkanlah cahaya bagiku
limpahkanlah cahaya untukku
dan jadikanlah aku cahaya

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | Komentar Dimatikan

Satu Hari Tanpa HP

Ditulis oleh jamugendong di/pada 27 Juli 2007

Tadi pagi sewaktu meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor, rasanya ada sesuatu yang tertinggal. Hati saya merasa aneh dan ganjil. Entah apa yang tak terbawa, tetapi saya tak mampu mengingatnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

ATM

Ditulis oleh jamugendong di/pada 6 Juli 2007

“ATM INFO: Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari mesin ATM, maka anda bisa meminta pertolongan secara diam-diam dengan memberikan nomor PIN secara terbalik. Misalnya PIN anda 1234, maka masukkan PIN itu dengan terbalik 4321 ke mesin ATM,   maka meskipun uang akan tetap keluar dari mesin, akan tetapi pada saat yang bersamaan mesin ATM terebut mengirimkan sinyal tanda bahaya ke kantor polisi tanpa sepengetahuan sang pencuri. Fasilitas ini tersedia di hampir semua mesin ATM, tetapi masih sedikit orang yang mengetahuinya. Tolong sebarkan info ini”

atm.jpgMeskipun saya belum pernah ditodong orang untuk mengeluarkan paksa uang dari mesin ATM (saya selalu berdoa mudah-mudahan takkan pernah terjadi), tetapi saya juga tidak berani mencoba info diatas. Misalnya dengan sengaja memasukkan PIN terbalik sambil terus menunggu apakah benar ada polisi yang dengan secepat kilat datang dan menagkap.

Meskipun info itu betul, alias fasilitas pengiriman sinyal bahaya itu memang ada, tapi kalau polisinya terlambat merespon ya sama saja. Artinya, uangnya keburu dibawa amblas sama pencurinya.

 Mudah-mudahan kita semua tidak pernah mengalami hal itu.

Gambar diambil dari sini.

Ditulis dalam Uncategorized | 6 Komentar »