:: JamuGendong ::

Pahit Manis Sama Saja

Doa Cahaya

Ditulis oleh jamugendong di/pada 18 September 2007

cahaya.gif

Ya Allah,
 jadikan cahaya dalam hatiku
cahaya dalam kuburanku
cahaya dalam pendengaranku
cahaya dalam penglihatanku
cahaya dalam rambutku
cahaya dalam kulitku
cahaya dalam dagingku
cahaya dalam darahku
cahaya dalam tulang-tulangku
cahaya di hadapanku
cahaya di belakangku
cahaya di samping kananku
cahaya di samping kiriku
cahaya di atasku dan
cahaya di bawahku

Ya Allah,
tambahkanlah cahaya bagiku
limpahkanlah cahaya untukku
dan jadikanlah aku cahaya

Doa cahaya yang saya quote diatas adalah salah satu doa yang selalu dibaca oleh Nabi Muhammad SAW setelah melaksanakan sholat fajar, sholat sunnah rawatib yang bersifat muakad. Doa ini juga seringkali saya dengar dibacakan oleh para penyiar di radio jazz Bandung, KLCBS.

Setiap kali mendengar maupun membaca doa yang indah ini, betapa ketakjuban selalu menyelimuti jiwa. Siapa yang tidak ingin menjadi cahaya? Cahaya yang dapat menjadi penerang bagi lingkungannya. Cahaya yang dapat menjadi penerang bagi sesamanya. Dan di hari-hari di bulan Ramadhan ini, betapa keinginan itu semakin kuat tumbuh di dalam jiwa. Saya ingin menjadi cahaya,  tidak hanya sekedar sinar. Karena pada galibnya, sinar selalu memancar sebentar untuk kemudian padam. Tidak demikian halnya dengan cahaya. Karena cahaya akan selalu bersinar dan tak pernah memudar. Tak juga menyilaukan.

Oleh karena itu, sungguh saya akan sangat merasa berdosa, jika Anda tidak mengetahui sesuatu sedangkan saya mengetahuinya, namun tidak pernah memberitahukannya kepada Anda. Sungguh saya akan merasa sangat bersalah dan sangat berdosa, jika ada kawan saya yang merasa kesulitan mengerjakan sesuatu sedangkan saya sesungguhnya mampu mengerjakannya namun mereka tidak meminta tolong pada saya.

Ya Allah,
Jadikan aku cahaya!