Satu Hari Tanpa HP
Ditulis oleh jamugendong di/pada 27 Juli 2007
Tadi pagi sewaktu meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor, rasanya ada sesuatu yang tertinggal. Hati saya merasa aneh dan ganjil. Entah apa yang tak terbawa, tetapi saya tak mampu mengingatnya.
Benar saja, baru saja memarkir mobil dan mnguncinya barulah saya sadar memang ada sesuatu yang tertinggal tak terbawa. Dan barang yang tertinggal itu adalah HP atau handphone!
Bayangkan, apa jadinya jika di dunia yang serba digital ini tak ada gadget di genggamankita? Tak ada komunikator yang berbasis GSM yang biasa ada di dalam saku kanan celana panjang saya. Tak ada PDA Flexi berbasis CDMA yang biada berada di saku kemeja.
Saya tak bisa membayangkan apa terjadi hari ini jika tak ada alat komunikasi. Tanpa alat komunikasi, rasanya seperti terdampar di suatu pulau terpencil. Seperti malamdi tengah padang gurun nan luas dan atak ada sinar bulan maupun bintang yang menerangi bumi.
Baru saja meletakkan badan di kursi, saya lalu mengangkat gagang telepon di atasmeja untuk menanyakan keberadaan hp tersebut di rumah. Ya, memang hp tersebut tertinggal di meja kerja saya di rumah.
“Ada miscall?” tanya saya.
“Enggak!” kata istri saya.
“SMS?”
“Enggak juga”
Memulai pekerjaan pagi ini saya diliputi perasaan was-was kalau-kalau ada telepon maupun SMS untuk saya. Bukan, bukan saya takut karena ada wanita idaman lain yang menelepon kemudian istri saya mengetahuinya. Bukan, bukan karena itu. Karena saya memang tidak punya idaman lain. Tetapi yang saya khawatirkan justru kalau ada order baru dan saya tidak dapat menindaklanjutinya. Mau diforwarding ke telepon meja juga percuma, karena saya lebih banyak beredar di banyak tempat dariada duduk manis di meja kerja sebdiri.
Belum ada selang sejam, saya telepon lagi istri di rumah untuk menanyakan hal yang sama namun hp saya belum ada tanda-tanda berbunyi, katanya. Dan itu terus saya ulangi hingga beberapa kali.
Memasuki istirahat makan siang, saya mulai lega dan malahan jadi bisa menikmati hidup tanpa gangguan panggilan telepon atau SMS. Ternyata hidup jadi lebih ringan. Kekuatiran yang menghantui karena tidak ada hp, ternyata juga tidka terbukti.
Ah, sesekali hidup tanpa hp ternyata enak juga. Anda tidak percaya? silakan buktikan, toh tak kan lari order dikejar.
[23 Juli 2007]

ndoro kakung berkata
hidup memang jalan terus tanpa HP. dulu soekarno – hatta pun bisa memproklamasikan kemerdekaan RI tanpa HP kan?