:: JamuGendong ::

Pahit Manis Sama Saja

Komitmen

Ditulis oleh jamugendong di/pada 29 Juni 2007

blackdim-481.jpgMinggu lalu saya sempat jengkel dengan seorang tukang jahit di pinggir jalan. Saat itu saya ingin mengganti risliting celana yang rusak. Setelah celana saya  serahkan, maka saya mampir ke warung makan yang tidak jauh dari situ. Setelah makan selesai, harapan saya celana juga telah selesai diganti rislitingnya, namun apa dikata ternyata celana saya belum diperbaiki. Sementara saya lihat penjahitnya dari tadi asyik merokok. Dan yang membuat saya lebih keki lagi adalah penjahit itu dengan santainya meminta saya untuk mengambil kembali celana tersebut besok pagi.

Dan besok pagi pada waktu yang telah dijanjikan ternyata celana saya juga belum diperbaikinya. Dan ini tentu semakin menambah kejengkelan saya. Coba dari kemarin istri saya yang mengerjakan, gak nyampai 15 menit pasti sudah kelar.

Fenomena atau budaya rendahnya komitmen semacam ini ternyata juga dimiliki oleh banyak tukang jahit. Saya tidak ingin mengatakan bahwa semua tukang jahit tidak mempunyai komitmen atau rendah komitmennya terhadap janji penyelesaiaan pekerjaan, karena saya tidak mempunyai data itu. Tapi yang jelas beberapa kawan saya yang pernah berhubungan dengan tukang janit pernah mengalami kasus seperti itu.

Ketidakmampuan bisnis jahit-menjahir ini bertahan hidup karena mereka kurang menjaga komitmen kepada kastemernya. Janji penyelesaian pekerjaan seringkali tidak ditepatinya, meskipun sebenarnya mereka sanggup menepatinya. Mereka lebih sering membiarkan kapasitas produksinya menganggur alias idle capacity. Mereka tidak menyadari bahwa toko baju sekarang sudah banyak bertebaran di sepanjang jalan terlebih-lebih di pusat pertokoan atau pusat perbelanjaan. Mereka tidak sadar bahwa pabrik garmen skala besar juga sudah bermain retail dengan membuka factory outlet.

Apakah sampeyan juga pernah dikecewakan tukang jahit seperti saya?

3 Tanggapan ke “Komitmen”

  1. tukang ketik berkata

    kalau tukang jahit, saya pernah nulis juga disini:

    http://adiwirasta.blogspot.com/2007/01/tukang-jahit-dpr.html

    salam kenal pak. blognya bermutu nih..

    sering2 mampir ah

    Salam kenal kembali dan terimakasih mau mampir, mas.
    Selamat minum jamu saya, mudah-mudahan menyehatkan.

  2. -tikabanget- berkata

    tukang jahit juga manusia..
    manusia endonesa pula..

    He’eh, right or wrong is my endonesah…

  3. ndoro kakung berkata

    saya pernah jadi korban tukang permak celana lepis. saya minta potong, eh motongnya kepanjangan. jadilah celana lepis baru saya itu kependekan … hiks :(

    Namanya juga permak, ndoro. Ya mesti tambah rusak.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>