:: JamuGendong ::

Pahit Manis Sama Saja

Manohara

Ditulis oleh jamugendong di/pada 1 Juni 2009

manohara

Lha iya, wong waktu kawin aja diem-diem, ee lha giliran sudah tidak suka (?) ngoyoworo kalau disiksa suaminya. Sudah gitu kok ya semua orang dilibatkan. Negara juga dibilang enggak bertanggung jawab, bahkan Dubes juga disuruh mundur dari jabatannya.

Balasan akhirnya datang juga dari kerabat kerajaan Kelantan yang akan membawa kasus ini ke pengadilan, biar terbukti apakah benar terjadi penyiksaan atas diri Manohara oleh Sultan Kelantan atau tidak. Nah lho?

Bagian berikutnya dari babak ini adalah, kita tunggu tampilnya para pengacara.

Sampeyan mau jadi pengacaranya Manohara Odilia Pinot?

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

Penguasa

Ditulis oleh jamugendong di/pada 19 Maret 2009

Sudah galibnya memang, jika kita berada dekat dengan penguasa maka kita akan mendapat cipratan kekuasaannya. Atau paling tidak mendapat cipratan rejeki dalam tanda kutip. Kenapa dalam tanda kutip? Ya jelas, rejeki yang nempel di dekat penguasa biasanya rejeki yang mempunyai kausalitas. Rejeki yang mempunyai efek balik. Yaitu rejeki yang tak mungkin turun kepada kita jika tak ada yang bisa diharap dari kita.

Orang lain tak akan memberikan sesuatu kepada kita jika bukan karena pengauasa yang ada di dekat kita. Orang taidak akan memberikan sesuatu kepada kita, jika mereka tidak akan mendapatkan sesuatu dari penguasa itu melalui kita. Dan sesuatu yang kita bilang rejeki itu, dia sesungguhnya adalah suap

Kalau saja penguasa yang kita dekati saja bisa mendatangkan sesuatu kepada kita, menapa kita tidak mendekati sang Maha Kuasa saja yang dapat mendatangkan rahmat!

Dekatlah pada penguasa, maka kau akan mendapat suap.
Dekatlah pada Sanag maha Kuasa, maka kau akan mendapat rahmat.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Waton Ngglundhung

Ditulis oleh jamugendong di/pada 9 Februari 2009

Pagi ini salah seorang kawan saya, seorang penulis buku dan pembicara di berbagai seminar, tiba-tiba telepon dari Medan. Saat ini dia sedang menunggu giliran bicara di suatu seminar. Lalu apa masalahnya?

“Saya grogi!” katanya.

Bah!
Apa pula ini?
Penulis buku, bloger, pembicara di berbagai seminar dan entah apalagi profesinya kawan saya ini, lha kok masih juga diserang demam panggung saat mau bicara di depan seminar.

Tapi ya itulah, namanya juga manusia. Saya juga pernah mengalami hal seperti ini waktu nunggu ujian tesis dulu. Memang hanya sekali saya mengalami itu, tapi bukan berarti setelah itu saya tidak pernah mengalami demam panggung, ohh sama sekali bukan. Saya tidak pernah mengalami lagi karena memang hanya sekali itulah saya bicara di depan orang (jadi, biasanya bicara di belakan orang toh? Asss, prek…!)

Waktu itu saya telepon simbok saya di kampung, ngasih tahu kalau saya mau maju sidang tesis dan mohon doa restunya. Dan sekarang, lha kok saya yang ditelepon oleh kawan saya itu. Bisa apa saya? Jangankan jadi pembicara seminar, apalagi keynote speaker wong ngeblog aja juga ndak bisa rutin karena enggak bisa ngomong eh nulis je.

Setelah panjang lebar bicara, rupanya kawan saya ini tetap ngotot minta saran saya agar tidak grogi saat bicara sebentar nanti. Lalu dengan sangat ngawurnya saya katakan wis pokoke rai gedeg aja! Ya, muka tembok atau muka badak.. Sampaikan materi presentasi yang sudah disiapkan semaksimal mungkin karena bagaimanapun juga the show must go on. Habis saran apa coba yang bisa saya sampaikan kepada orang sekaliber dia, apa enggak kebalik-balik ini namanya. Wis pokoke, waton ngglundhung aja. Mengalir.

”Terimakasih, itulah saran sampeyan yang saya tunggu-tunggu” puji kawan saya dengan berbinar-binar, lalu telepon di tutup.

Saya jadi termangu dan tertawa geli.

Kita seringkali memang berada pada suatu titik yang membuat kita gamang dan tidak mampu berbuat sesuatu. Berbuat sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana. Saat seperti inilah kita memerlukan sesuatu yang dapat memompa semangat kita. Dan sesuatu ini bagi setiap orang tentu berbeda. Bagaimana dengan sampeyan?

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kita Sudah (Semakin) Tua

Ditulis oleh jamugendong di/pada 18 September 2007

osteoporosis.jpg

Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sudah semakin dewasa, kalau kita enggan menggunakan istilah tua. Beberapa helai rambut di kepala yang sudah mulai berubah warnanya menjadi keperakan, juga belum mampu menyadarkan kita. Kerut di wajah dan gelambir di sekitar mata tak juga menyadarkan kita, bahwa sesungguhnya kit sudah semakin tua.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Doa Cahaya

Ditulis oleh jamugendong di/pada 18 September 2007

cahaya.gif

Ya Allah,
 jadikan cahaya dalam hatiku
cahaya dalam kuburanku
cahaya dalam pendengaranku
cahaya dalam penglihatanku
cahaya dalam rambutku
cahaya dalam kulitku
cahaya dalam dagingku
cahaya dalam darahku
cahaya dalam tulang-tulangku
cahaya di hadapanku
cahaya di belakangku
cahaya di samping kananku
cahaya di samping kiriku
cahaya di atasku dan
cahaya di bawahku

Ya Allah,
tambahkanlah cahaya bagiku
limpahkanlah cahaya untukku
dan jadikanlah aku cahaya

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | Comments Off

Satu Hari Tanpa HP

Ditulis oleh jamugendong di/pada 27 Juli 2007

Tadi pagi sewaktu meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor, rasanya ada sesuatu yang tertinggal. Hati saya merasa aneh dan ganjil. Entah apa yang tak terbawa, tetapi saya tak mampu mengingatnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

ATM

Ditulis oleh jamugendong di/pada 6 Juli 2007

“ATM INFO: Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang untuk mengeluarkan uang dari mesin ATM, maka anda bisa meminta pertolongan secara diam-diam dengan memberikan nomor PIN secara terbalik. Misalnya PIN anda 1234, maka masukkan PIN itu dengan terbalik 4321 ke mesin ATM,   maka meskipun uang akan tetap keluar dari mesin, akan tetapi pada saat yang bersamaan mesin ATM terebut mengirimkan sinyal tanda bahaya ke kantor polisi tanpa sepengetahuan sang pencuri. Fasilitas ini tersedia di hampir semua mesin ATM, tetapi masih sedikit orang yang mengetahuinya. Tolong sebarkan info ini”

atm.jpgMeskipun saya belum pernah ditodong orang untuk mengeluarkan paksa uang dari mesin ATM (saya selalu berdoa mudah-mudahan takkan pernah terjadi), tetapi saya juga tidak berani mencoba info diatas. Misalnya dengan sengaja memasukkan PIN terbalik sambil terus menunggu apakah benar ada polisi yang dengan secepat kilat datang dan menagkap.

Meskipun info itu betul, alias fasilitas pengiriman sinyal bahaya itu memang ada, tapi kalau polisinya terlambat merespon ya sama saja. Artinya, uangnya keburu dibawa amblas sama pencurinya.

 Mudah-mudahan kita semua tidak pernah mengalami hal itu.

Gambar diambil dari sini.

Ditulis dalam Uncategorized | 6 Komentar »

Komitmen

Ditulis oleh jamugendong di/pada 29 Juni 2007

blackdim-481.jpgMinggu lalu saya sempat jengkel dengan seorang tukang jahit di pinggir jalan. Saat itu saya ingin mengganti risliting celana yang rusak. Setelah celana saya  serahkan, maka saya mampir ke warung makan yang tidak jauh dari situ. Setelah makan selesai, harapan saya celana juga telah selesai diganti rislitingnya, namun apa dikata ternyata celana saya belum diperbaiki. Sementara saya lihat penjahitnya dari tadi asyik merokok. Dan yang membuat saya lebih keki lagi adalah penjahit itu dengan santainya meminta saya untuk mengambil kembali celana tersebut besok pagi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar »

Kebenaran Absolut

Ditulis oleh jamugendong di/pada 26 Juni 2007

Kebenaran, jika dilakukan oleh hanya sedikit orang, apalagi cuma satu orang, maka akan nampak seperti suatu kesalahan.

Suatu ketika di kantor teman saya diberlakukan suatu aturan pakaian seragam. Oleh karena keputusan dari Head Office ini baru mulai diberlakukan, maka hampir semua karyawan lupa untuk mematuhinya. Dan diantara semua karyawan ternyata hanya dia sendiri yang memakai seragam sesuai aturan baru.

Oleh karean hanya dia sendiri yang berseragam diantara semua koleganya yang tidak beseragam maka dapat dipastikan bahwa dia menjadi bahan olok-olok. Kalau sudah begini maka kebenaran yang sudah jelas seolah-olah menjadi relatif. Orang yang patuh pada peraturan seolah-olah menjadi orang yang bersalah sehingga pantas untuk diolok-olok.

Kebenaran terkadang memang sepertinya relatif, namun kebenaran yang hakiki selamanya takkan pernah menjadi relatif. Karena kebenaran sesungguhnya adalah absolut,  hanya kita saja saja yang sering merelatifkannya.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

I Love You Full

Ditulis oleh jamugendong di/pada 20 Juni 2007

mbahaksibm4.jpgMalam minggu lalu, saya bersama anak dan istri menghadiri undangan pembukaan pameran lukisan dari kelompok senirupa YES Jakarta di GaleriKita Bandung. Ternyata salah seorang pengisi acara pada opening ceremony ini adalah Mbah Surip. Lelaki lewat tengah baya yang sampai saat ini tidak ada yang tahu berapa umurnya yang pasti, dengan rambut gimbal lebih dari sebahu dan gitar ditangannya. Jreng, menyentaklah musik reggae dengan lagu hitsnya:

Bangun tidur, tidur lagi
Bangun tidur, tidur lagi
Bangun lagi, tidur lagi
Bangun …., tidur lagi Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Uncategorized | 5 Komentar »