:: JamuGendong ::

Pahit Manis Sama Saja

Kebetulan

Posted by jamugendong pada 29 September 2010

Suatu pertemuan, apapun bentuknya, kapanpun terjadinya dan di manapun terjadinya, sesungguhnya bukanlah suatu kebetulan belaka. Meskipun suatu pertemuan tidak kita rencanakan sekalipun, sesungguhnya jika itu terjadi bukanlah suatu kebetulan. Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini.

Selembar daun yang jatuh, baik karena kering maupun terlepas dari ranting pohon yang disebabkan oleh hal lain, bukan pula suatu kebetulan. Karena sesungguhnya tiadak ada yang kebtulan di dunia ini. Semuanya atas skenario besar dari Allah, Tuhan seru sekalian alam.

Siang tadi, saat orang-oarng istirahat makan siang, saya melangkahkan kaki ke perpustakaan untuk meminjam buku. Di situlah saya ketemu dengan seseorang yang rasanya pernah saya kenal baik. Meskipun ternyata sampai pertemuan berakhir menjadi perpisahan karena waktu bekerja telah tiba kembali, saya tidak pernah berhasil mengingatnya.

Dalam pertemuan singkat tersebut, ”kawan lama” yang entah pernah ketemu dimana dengan senang hatinya berbagi ilmu dan pengalaman kepada saya tentang berbagai hal kehidupan dan softskill yang saat ini sedang digelutinya sebagai seorang course development. Banyak hal yang dapat kita pelajari tentang softskill untuk mengembangkan personal skill. Bagaimana bentuknya, nanti saya ceritakan kelanjutannya kepada sampeyan.

Bandung, 29 September 2010

Terimakasih tak terhingga untuk Pak Sukana.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Membedah Sihir Facebook

Posted by jamugendong pada 1 April 2010

Apakah anda seorang Facebooker? Berapa kali dalam sehari dan berapa lama Anda online? Apakah anda merasa ada sesuatu yang kurang atau hilang ketika tidak sedang online?
Jika itu semua Anda alami, maka Anda termasuk orang-orang yang terkena sihir Facebook.
Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa Facebook telah menjelma menjadi situs jejaring sosial yang paling atraktif di dekade ini.  Menurut Alexa.com, Facebook merupakan situs  internet kedua yang paling banyak diakses orang di seluruh dunia setelah google. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah user Facebook terbanyak ketujuh. Sedangkan dalam lingkup regional  Indonesia, Facebook merupakan situs terpopuler dan paling banyak diakses masyarakat Indonesia mengungguli google.com sang mesin pencari.
Memperhatikan fenomena diatas, lalu timbul pertanyaan, mengapa Facebook sedemikian populernya, terlebih di Indonesia? Apakah masyarakat Indonesia sudah berubah dengan cepat menjadi manusia informasi, sehingga merasa perlu untuk selalu terhubung dalam suatu jejaring sosial melalui internet?
Apakah masyarakat Indonesia sudah sedemikian internet minded-nya sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan facebooker terbanyak ketujuh di dunia?
Inilah sesungguhnya sihir yang ditebar oleh Facebook. Sedemikian kuatnya sihir ini, sehingga setiap pengguna Facebook akan selalu merasa perlu untuk selalu terhubung dengan jejaring sosial tersebut. Selain itu, semua orang selalu merasa kekurangan ataupun kehilangan jika dalam sehari tidak terhubung (online).
Facebook sebagaimana dimaksudkan oleh Mark Elliot Zuckerberg salah satu pendirinya adalah sebagai suatu situs atau utilitas yang dapat digunakan untuk tetap berhubungan dengan orang lain, mengunggah foto, dan berbagi tautan  maupun video.  Namun pada perkembangannya situs jejaring sosial ini ternyata menjadi situs yang dapat pula mempertemukan kembali orang-orang yang pernah dikenal. Menjadi ajang reuni.
Status
Sebagai jejaring sosial, facebook memang menjadikan seseorang dapat selalu terhubung dengan kawan-kawannya. Dengan demikian apapun aktivitas yang dilakukan dan dituliskannya sebagai suatu status, akan selalu terpantau oleh kawan lainnya.
Inilah sihir pertama facebook. Pengguna facebook yang selalu rutin memperbarui statusnya akan dianggap atau merasa lebih hebat dari kawan lain dalam jaringan. Kondisi ini memicu setiap orang selalu memperbarui statusnya dalam facebook. Oleh karena setiap orang dapat selalu memperbarui statusnya (update status), maka tanpa disadari ungkapan hati dan perasaan yang dituangkan dalam status ini, lama kelamaan menjadikan seseorang sombong dan suka pamer. Sombong dan pamer karena setiap orang merasa perlu mengungkapkan perasaannya dalam status. Meskipun sebenarnya tidak ada pentingnya baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Komentar
Kemudahan mengungkapkan isi hati dalam kolom status ini awalnya memang menjadikan seseorang dapat membantu kawan lainnya yang sedang mengalami masalah sesuai status yang ditulisnya. Bantuan yang diberikan bisa macam-macam. Bisa dalam bentuk memberikan dukungan dengan mengklik like, maupun dengan memberikan tanggapan dalam bentuk komentar (comment).
Kemudahan seseorang memberikan komentar terhadap status orang lain ini merupakan sihir lain dari facebook. Kemudahan memberikan komentar inilah yang selanjutnya memicu setiap orang untuk selalu ikut campur dengan urusan orang lain dalam bentuk saling memberikan komentar.
Bila kita cermati lebih seksama, kedua sihir facebook tersebut diatas inilah yang menjadikannya sebagai situs jejaring sosial terpopuler di mata masyarakat, terutama di Indonesia.
Kecenderungan pamer dan sombong dalam bentuk ungkapan dalam status dan kecenderungan selalu turut campur dengan urusan orang lain dalam bentuk pemberian komentar, nampaknya mirip dengan budaya yang hidup subur di sekitar kita.
Kesesuaian dengan budaya inilah yang sesungguhnya membuat facebook mampu menebar sihir kepada masyarakat untuk selalu tetap terhubung dalam situs jejaring sosialnya. Sihir ini juga semakin dikuatkan dengan banyaknya beredar perangkat yang memudahkan seseorang untuk tetap online, baik dalam bentuk komputer, laptop maupun telepon genggam.
Terhubungnya masyarakat dalam situs jejaring sosial ini juga cenderung menggeser kebiasaan masyarakat ngerumpi secara off line menjadi ngerumpi secara on line. Apakah Anda tersihir oleh Facebook? Ataukah justru Anda yang sedang menyihir? (Susilo B Utomo, Pemerhati internet dan telekomunikasi)

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

The World is Flat

Posted by jamugendong pada 1 April 2010

Artikel ini pernah dimuat di Harian Umum Galamedia Bandung, Rabu 10 Maret 2010
Pada jaman dahulu, masyarakat menganggap bahwa bumi ini adalah suatu bidang datar. Pada abad 15 pemahaman ini bahkan telah dianggap sebagai suatu kebenaran. Bahkan Columbus mempercayainya jika manusia dari barat, maka akan berakhir di timur. Paham ini sampai sekarang ternyata masih juga banyak pengikutnya. Salah satunya tergabung pada www.theflatearthsociety.com. Sejalan dengan perubahan jaman, peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta astronomi, akhirnya pemahaman manusia tentang bumi berubah. Manusia mulai percaya bahwa bumi itu berbentuk bulat, dan bumi tersebut berputar melalui porosnya dengan matahari sebagai pusatnya (helio centris).
Meskupun tulisan ini saya buka dengan berbagai pendapat atau pemahaman orang tentang bentuk fisik bumi kita, namun sesungguhnya saya tidak sedangmebicarakan astronomi ke hadapan pembaca sekalian. Bahwa bumi itu rata atau the world is flat, bukanlah suatu pengertian harafiah, tetapi suatu pemahaman baru dan jargon baru bukan tentang bentuk fisik bumi, tetapi bisa berbagai hal dari berbagai dimensi.
Dalam dunia informasi dan teknologi (IT), jargon the world is flat adalah pemahaman tentang kemudahan yang disodorkan oleh kemajuan dunia internet. Yaitu kita dapat memperoleh informasi apapun dan dari manapun hanya dalam hitungan detik bahkan milidetik. Informasi tersebut tersaji dengan jelas hanya di atas layar datar komputer maupun laptop.
Dalam dunia telekomunikasi, kecenderungan the world is flat juga sudah mulai menggejala. Flat yang dimaksud dalam jargon ini adalah flat dari segi tarif yang dibebankan kepada pemakai fasilitas telekomunikasi.
Beberapa operator telekomunikasi saat ini telah banyak yang memberlakukan zona lokal yang semakin luas. Zona lokal yang semakin luas ini berarti mengenakan tarif yang sama atau flat pada jarak yang berbeda. Selain itu ada pula tarif flat atas penggunaan fasilitas telekomunikasi selama suatu periode tertentu (harian, mingguan maupun bulanan), tanpa memerdulikan lagi seberapa banyak pelanggan menggunakan fasilitas telekomunikasi tersebut.
Internet, sebagai anak kandung telekomunikasi, justru telah lari sedemikian jauhnya meninggalkan jargon dan konsep the world is flat. Karena di dunia internet, saat ini hampir sudah tidak berlaku lagi tarif yang harus ditanggung oleh pelanggan atau user yang memanfaatkan content internet. Tarif yang berlaku di dunia internet adalah tidak ada tarif, alias free. Tengoklah YM!, Friendster, Blogger, WordPress, Gtalk, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi,  semuanya diciptakan untuk user dengan tidak memungut sepeserpun dari user.
Era gratis atau tidak berbayar ini, cepat atau lambat, mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti akan berimbas pada dunia telekomunikasi dengan segala produk turunannya. Baik dalam bentuk voice, data atau lainnya.
Jika masa tidak berbayar ini tiba, maka sudah tidak ada lagi pendapatan abonemen yang secara tetap biasanya akan kita peroleh setiap bulan. Tidak ada lagi pendapatan atas pemakaian telekomunikasi oleh pelanggan. Banyak hal memang yang kelak dapat dilakukan untuk mencari pengganti atas revenue yang hilang ini (akan saya sampaikan pada tulisan yang lain). Namun sebelum masa itu tiba, sangatlah tepat jika kita mengatur strategi bisnis memanfaatkan era tarif flat ini dengan memberikan tarif flat pula kepada pelanggan kita.  Oleh karena era ini tidak akan berlangsung lama, maka kecepatan kita mengambil keputusan akan sangat mempengaruhi hasil yang kita harapkan. Semakn lambat kita mengambil keputusan, maka era flat akan segera berganti menjadi era free. Jika era ini tiba dan kita belum sempat mengoptimalkan potensi yang ada selama era flat, maka berarti kerugian besar telah terjadi.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mendulang Peluang di Kemacetan

Posted by jamugendong pada 1 April 2010

Artikel ini pernah dimuat di Kompas Jabar, Selasa 26 Januari 2010

Jika anda terjebak di tengah kemacetan jalan raya, entah itu di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung  atau dimana saja, apa yang kita buang percuma selain bensin?

Pulsa telepon, jawabnya!

Ya, jika anda mengendarai mobil apalagi anda sebagai penumpang, baik menjadi penumpang kendaraan karena ada sopir pribadi yang menyetir mobil anda maupun sebagai penumpang di kendaraan umum, pasti tidak ada yang bisa kita perbuat di tengah kemacetan jalan raya. Baik pada jam berangkat kerja di pagi hari maupun pada jam pulang kantor di sore hingga malam hari.

Oleh karena tidak ada aktivitas yang dapat diperbuat untuk membunuh kejenuhan itulah, maka timbul keisengan-keisengan lain. Awalnya memang hanya mengeluarkan telepon genggam dari tas, saku baju atau celana. Kemudian mulai membuka mailbox atau kotak penyimpan pesan singkat atau  SMS (Short Message Service) dan membaca ulang SMS baik yang ada di folder inbox maupun sent item, lalu lama-lama mulailah kita mengirim SMS ke siapa saja yang kita ingat namanya. Selanjutnya hilir mudiklah SMS dari telepon genggam kita.

Setelah bosan SMS dan belum juga kita tiba di tempat tujuan, baik tempat kerja maupun rumah, mulailah lagi kita buka-buka phonebook. Kemudian tanpa sadar kita pencet tombol call dan selanjutnya seperti dapat diduga berlangsunglah pembicaraan kesana-kemari, baik pembicaraan yang berhubungan dengan urusan pekerjaan, bisnis, hobi maupun lainnya, yang kalau kita mau jujur sebenarnya tidak ada isinya sama sekali.

Kalau saja tidak sedang mengirim dan menerima data dalam bentuk SMS ataupun saling sapa melalui suara, satu yang pasti dilakukan orang saat ini adalah terhubung ke jejaring sosial semacam facebook (www.facebook.com) atau friendster (www.friendster.com)  maupun microblogging semacam twitter (www.twitter.com) ataupun plurk (www.plurk.com). Karena dapat dipastikan bahwa sebagian besar telepon genggam saat ini dapat terkoneksi ke dunia maya internet, baik melalui jaringan Blackberry, Wireless Access Protocol (WAP), Packet Data Network (PDN), General Pcket Radio Service (GPRS) dan sebagainya. Kemudahan inilah yang mendorong orang untuk tetap online di manapun berada. Terlebih di tengah kemacetan yang sangat membosankan –kalau tidak mau dibilang menyebalkan– tanpa suatu kegiatan yang berarti.

Peluang
Kemacetan memang dapat memboroskan apa saja. Tidak hanya bensin yang terbuang percuma tetapi juga pulsa handphone kita. Orang boleh saja berpendapat bahwa kemacetan akan menghambur-hamburkan pulsa, tetapi bagi kita, para pelaku di balik bisnis telekomunikasi, kemacetan adalah peluang. Kemacetan adalah kesempatan bagus yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendulang peluang dan menangguk untung. Meskipun bukan berarti kita setuju dengan kemacetan atau dengan sengaja berperan aktif dalam menciptakan kemacetan, maupun ingin memancing di air keruh. Namun jika dikomunikasikan dengan bahasa marketing yang cerdas dan santun maka kita dapat menciptakan sesuatu agar pelanggan tetap dengan senang hati menggunakan teleponnya tanpa terasa sebagai suatu pemborosan. Kita harus dapat menciptakan sesuatu agar semua orang merasa perlu, butuh dan harus menggunakan telepon genggamnya di tengah kemacetan. Bahkan dalam bahasa yang lebih ekstrim, kita harus menanamkan awarness di benak pelanggan, bahwa mereka termasuk orang-orang yang merugi jika tidak mengisi waktu-waktu macetnya di jalan raya dengan bertelepon, mengirim SMS maupun terhubung ke dalam jaringan internet.

Program Marketing
Untuk membuat pelanggan tetap antusias menggunakan telepon genggamnya, baik untu koneksi suara maupun data, kita harus dapat menciptakan magnet pelekatnya. Kita harus menciptakan program marketing yang tepat.  Banyak program marketing yang dapat kita buat dan tawarkan kepada para pelanggan telekomunikasi bergerak untuk mengisi kegiatan di tengah-tengah kemacetan.

Untuk membidik segmen pelanggan yang lebih suka SMS, dapat dibuat program berkaitan dengan pemakaian SMS. Program ini dapat berupa pemberian diskon atas biaya pengiriman SMS, kirim sejumlah SMS mendapatkan  sejumlah SMS gratis. Ataupun pemberian paket SMS dengan harga tetap/flat pada waktu jam-jam terjadinya kemacetan. Dengan adanya program ini diharapkan pelanggan dapat menikmati waktu macetnya dengan saling berkirim SMS.

Bagi segmen pelanggan yang lebih suka berbicara secara langsung melalui kontak suara, dapat dibuatkan program khusus paket bicara. Misalnya, dalam bentuk diskon percakapan baik lokal maupun jarak jauh. Bisa juga dalam bentuk tarif tetap/flat untuk percakapan pada saat-saat yang biasanya terjadi macet. Dengan adanya program marketing dalam bentuk paket bicara ini, pelanggan akan dengan senang hati berbicara melalui telepon tanpa kuatir tagihannya akan membengkak. Karena operator telah memberikan banyak gimmick untuk melakukan percakapan di tengah kemacetan.

Untuk segmen pelanggan yang lebih senang terhubung ke jaringan internet, operator telekomunikasi dapat menciptakan program marketing berupa paket online. Paket online ini, misalnya dalam bentuk pemberian diskon tarif sampai dengan pemberian kuota unlimited dengan tarif tetap/flat  pada jam-jam sering terjadinya kemacetan. Baik di siang hari maupun malam hari. Dengan paket online yang memberikan kemudahan dan keringan tarif untuk tetap terhubung ke jaringan internet, akan menjadikan pelanggan tetap online di tengah kemacetan jalan raya. Dengan demikian pelanggan akan tetap dapat melakukan update status mupun menulis wall, maupun memberikan komentar atas status lain  di facebook. Terhubung ke jaringan internet melalui telepon genggam dapat juga kita gunakan untuk melakukan tweet, nge-plurk, ataupun sekedar browsing.

Apapun program marketing yang kita tawarkan kepada pelanggan, haruslah dapat menciptakan kebutuhan baru bagi pelanggan untuk tetap menggunakan teleponnya di tengah rimba kemacetan jalan raya. Baik menggunakannya untuk mengirim dan menerima SMS, berbicara, ataupun terhubung ke jaringan internet melalui komunikasi data.

Dengan adanya berbagai tawaran program marketing ini diharapkan akan tumbuh kebutuhan baru bagi para pelanggan telekomunikasi bergerak untuk tetap menggunakan telepon genggamnya guna menghilangkan kejenuhan di tengah kemacetan jalan raya.  Jika kebutuhan baru ini muncul secara serentak dan permanen, maka menggunakan peralatan telekomunikasi di tengah kemacetan tidak lagi dianggap sebagai suatu pemborosan yang tidak berguna. Karena semua pelanggan sudah meras membutuhkan, bahkan akan merasa merugi jika tidak menikmati layanan itu.

Jika tingkat kebutuhan masyarakat pengguna telekomunikasi bergerak sudah pada taraf ini, maka tugas operator telekomunikasi selanjutnya adalah tetap menjaga kebutuhan itu agar tetap tumbuh sehingga akan tetap menjadi ladang yang subur untuk mendulang peluang dan memanen revenue.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Single Voucher: Satu Pulsa Banyak Operataor

Posted by jamugendong pada 7 Januari 2010

[Artikel ini pernah dimuat di Kompas 29/12/2009]

Tahukah Anda kebutuhan dasar apa yang saat ini harus dipenuhi manusia selain makan? Pulsa!

Ya, pulsa telepon saat ini memang telah berubah dari sekadar kebutuhan penunjang menjadi kebutuhan pokok. Kebutuhan manusia untuk berkomunikasi melalui berbagai jenis peranti komunikasi telah berkembang pesat. Kebutuhan berkomunikasi saat ini juga telah berkembang tidak hanya dalam bentuk komunikasi suara, tetapi sudah beranjak ke komunikasi dalam bentuk data.

Komunikasi data pun tidak lagi berbentuk teks, tetapi sudah beralih menjadi gambar. Saat ini semua telah konvergen menjadi satu, yaitu video. Peningkatan kebutuhan komunikasi yang konvergen ini telah memungkinkan, salah satunya, karena perkembangan dunia internet dengan teknologi internet protocol yang semakin radikal.

Seiring dengan timbulnya kebutuhan komunikasi ini, para pelanggan atau pengguna, dengan nama apa pun, tentu berkewajiban untuk membayarnya. Bayaran yang dilakukan itu tidak lain dan tidak bukan adalah pulsa, baik pulsa yang dibayarkan sebulan sekali setelah periode pemakaian (pascabayar/postpaid) maupun kewajiban membayar atau membeli sebelum peralatan komunikasi dapat dipergunakan (prabayar/prepaid).

Semakin tingginya tingkat kebutuhan pulsa, dalam hal ini prabayar, tidak bisa tidak setiap pengguna harus membeli kepada operator telekomunikasi yang menerbitkan nomor telepon (RUIM). Pelanggan nomor Flexi tidak akan mungkin membeli pulsa Telkomsel di mana pun dia membeli. Demikian pula sebaliknya, pelanggan kartu Simpati Telkomsel tidak akan dapat mengisi pulsa dengan pulsa yang diterbitkan Telkom Flexi meskipun sebenarnya antara Telkom Flexi dan Telkomsel punya hubungan darah dalam entitas sebagai induk dan anak perusahaan.

Dalam lingkup satu perusahaan yang terkonsolidasi saja pulsa tidak dapat saling dipergunakan (interchangeable), apalagi antar-operator telekomunikasi yang jelas-jelas terpisah secara entitas. Kondisi ini akan menjadi kendala yang sangat pelik di kemudian hari.

Keterbatasan ini memang belum terasa saat ini karena setiap operator masih dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya. Namun, dalam jangka panjang satu operator bisa jadi kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pulsa prabayar atau voucer pulsa isi ulang pelanggannya, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik. Dalam kondisi seperti inilah diperlukan pulsa atau voucer pulsa isi ulang tunggal (single voucher).

Manfaat voucer tunggal

Banyak hal dapat diperoleh setiap operator telekomunikasi dengan adanya voucer tunggal ini. Dengan voucer tunggal, setiap operator tidak lagi perlu memproduksi sendiri voucer pulsa isi ulangnya dan melakukan provisioning agar pulsa dapat digunakan. Yang paling signifikan, setiap operator tidak perlu memiliki jaringan distribusi penjualan.

Dengan tidak diperlukannya jaringan distribusi secara tersendiri, banyak penghematan yang dapat dinikmati para operator berkaitan dengan biaya yang timbul di sepanjang rantai distribusi penjualan voucer pulsa, baik dalam bentuk biaya penjualan, biaya promosi, maupun biaya untuk meretensi dealer resmi pulsa agar tetap bersedia dan loyal menjualkan pulsa dari operator tersebut.

Terlepas dari manfaat dari sisi biaya yang dapat dihemat oleh setiap operator untuk memproduksi dan menjual voucer pulsa isi ulangnya, manfaat terbesar voucer tunggal akan dinikmati pelanggan dan pengguna jasa telekomunikasi. Dengan voucer tunggal, apa pun nomor pelanggan dan siapa pun operator telekomunikasi yang melayaninya, pelanggan dapat melakukan pengisian pulsa dengan mudah.

Sebab, voucer tunggal ini dapat dipergunakan atau diisikan pada semua nomor telepon (SIM card) prabayar. Dengan voucer tunggal, pelanggan jasa telekomunikasi tidak akan lagi kesulitan membeli pulsa karena lapak penjualan pulsa tidak menjual pulsa dari operator yang melayani nomornya.

Dari sisi penjual atau jalur distribusi, adanya voucer tunggal ini juga akan membuat mekanisme penjualan sangat sederhana dan tidak rumit. Setiap dealer resmi pulsa berikut rantai distribusi penjualan ke bawahnya, sampai dengan pengecer, tidak perlu lagi mengelola persediaan pulsa yang hendak dijualnya, yang terdiri dari berbagai jenis pulsa berdasarkan jenis operator telekomunikasi yang menerbitkannya. Dengan demikian, pengelolaan persediaan hanya dilakukan untuk satu jenis voucer.

Mekanisme voucer tunggal

Konsekuensi untuk mewujudkan voucer tunggal ini tentu hanya diperlukan satu produsen tunggal yang akan memproduksi voucer pulsa isi ulang baik dalam bentuk fisik maupun elektronik. Voucer tunggal secara teknis juga harus dapat mengakomodasi jumlah digit hidden random number yang dimiliki atau digunakan setiap operator.

Mekanisme pengelolaan voucer tunggal dimulai dengan ditentukannya satu perusahaan atau produsen sebagai penerbit voucer. Selanjutnya, voucer dijual melalui rantai distribusi dari dealer resmi sampai pengecer. Setelah voucer tunggal terjual dan diisikan oleh pelanggan ke nomor telepon selulernya, secara periodik setiap operator melakukan klaim pembayaran kepada penerbit voucer berdasarkan jumlah pulsa yang berhasil di-top up. Pembayaran ini dapat dilakukan secara mingguan atau bulanan, tergantung skema perjanjian setiap operator dengan penerbit voucer.

Semakin tinggi penghematan yang dapat diraih setiap operator, tentu biaya produksi dan penjualan secara menyeluruh akan dapat diturunkan. Penurunan biaya ini diharapkan dapat dikembalikan lagi kepada masyarakat pengguna jasa telekomunikasi dalam bentuk penurunan tarif jasa telekomunikasi. Penurunan tarif jasa telekomunikasi yang harus ditanggung masyarakat ini diharapkan juga akan dapat mengurangi tingginya biaya hidup masyarakat.

Atas penghematan belanja telekomunikasi ini, masyarakat memiliki pilihan apakah akan menyimpan uang dalam tabungan atau membelanjakannya lagi dalam bentuk barang atau jasa yang lain. Effek berganda (multiplier effect) yang dapat memakmurkan masyarakat semacam inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita dan selalu diupayakan tercipta dari berbagai segi kehidupan. Adakah di antara Anda dapat membaca peluang ini?

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Penguasa

Posted by jamugendong pada 23 Desember 2009

Sudah galibnya memang, jika kita berada dekat dengan penguasa maka kita akan mendapat cipratan kekuasaannya. Atau paling tidak mendapat cipratan rejeki dalam tanda kutip. Kenapa dalam tanda kutip? Ya jelas, rejeki yang nempel di dekat  penguasa biasanya rejeki yang mempunyai kausalitas. Rejeki yang mempunyai efek balik. Yaitu rejeki yang tak mungkin turun kepada kita jika tak ada yang bisa diharap dari kita.

Orang lain tak akan memberikan sesuatu kepada kita jika bukan karena pengauasa yang ada di dekat kita. Orang taidak akan memberikan sesuatu kepada kita, jika mereka tidak akan mendapatkan sesuatu dari penguasa itu melalui kita. Dan sesuatu yang kita bilang rejeki itu, dia sesungguhnya adalah suap

Kalau saja penguasa yang kita dekati saja bisa mendatangkan sesuatu kepada kita, menapa kita tidak mendekati sang Maha Kuasa saja yang dapat mendatangkan rahmat!

Dekatlah pada penguasa, maka kau akan mendapat suap.

Dekatlah pada Sanag maha Kuasa, maka kau akan mendapat rahmat.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Memaknai Arti Bersepeda

Posted by jamugendong pada 23 Desember 2009

[Artikel ini pernah dimuat di Kompas 01/12/2009]

Tahukah anda, bahwa semakin hari kualitas udara kota Bandung semakin buruk yang dipicu oleh polusi udara yang semakin tinggi? Tingginya polusi udara Kota Bandung ini, bahkan lebih tinggi dari Kab. Bandung, Kota Cimahi maupun Kab. Sumedang. Dari hasil pengukuran kualitas udara kota Bandung pada tahun 2005, diketahui bahwa di beberapa ruas jalan kadar polutannya sudah melewati nilai ambang batas (www.udarakota.bappenas.go.id). Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa di Jln. Asia Afrika kadar CO 8-12 ppm. Di Jln. Merdeka, CO mencapai 8,2-14,7 ppm. Padahal, batas konsentrasi karbon monoksida (CO) adalah 9 ppm.

Pengukuran ini juga menyimpulkan bahwa penyumbang polutan CO terbesar bagi Kota Bandung adalah berasal dari sektor transportasi yang terdiri atas kendaraan pribadi, motor, dan angkutan umum.  Simpulan ini relevan dengan hasil polling yang dilakukan oleh bappenas pada situs yang sama (23/11), dari 1.264 responden menyatakan bahwa kontributor pencemaran udara terbesar di berbagai kota besar berasal dari kendaraan bermotor (60%). Disusul urutan kedua adalah sektor industri (30%) dan kebakaran hutan memberikan kontribusi penyebab polusi sebesar 10%.

Menurut Ir. Puji Lestari, dosen dan peneliti Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung, pencemaran udara di Kota Bandung pada tahun 2009 ini telah meningkat menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2002. Pada 2002 kandungan karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrokarbon, dan suspended particulated matter masing-masing mencapai 31.079,9 mikrogram per meter kubik, 2.820,5 mikrogram per meter kubik, 2.923,6 mikrogram per meter kubik, dan 392 mikrogram per meter kubik (Kompas, 06/08/2009). Dan kendaraan bermotor tetap sebagai pemicu polusi tertinggi.

Oleh karena penyebab polusi terbesar adalah sektor transportasi, maka adalah sangat tepat jika usaha-usaha untuk mengatasi polusi udara tersebut dimulai dengan melakukan pengaturan-pengaturan berkaitan dengan penggunaan kendaraan bermotor. Meskipun pengaturan penggunaan kendaraan bermotor di Bandung ini menjadi kewenangan pemerintah daerah, namun sangatlah tidak bijak jika kita tidak berkontribusi secara aktif. Kontribusi aktif dapat dilakukan oleh masyarakat, misalnya dalam bentuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Sebagai penggantinya, sebagai alat transportasi kita bisa menggunakan angkutan umum atau sepeda! Sepeda? Ya, sepeda, mengapa tidak.

Sepeda Dicibir?

Sebagian orang memang masih mencibir tentang penggunaan sepeda sebagai alternatif alat transportasi untuk menunjang aktivitas bekerja. Karena sebagian orang ini masih menganggap bahwa pemakaian  sepeda sebagai alat transportasi akan merepresentasikan kelas sosial marjinal bagi pemakainya. Namun demikian, sesungguhnya hal ini sangat bergantung kepada bagaimana kita memaknai arti bersepeda. Memaknai sesuatu atau enrichment adalah bagaimana kita memandang dan menempatkan sesuatu tersebut pada persepsi kita. Bagaimana kita memandang sesuatu itu akan sangat tergantung pada bagaimana kita memaknai sesuatu tersebut.

Sewaktu kita hanya punya sepeda dan belum punya sepeda motor –apalagi mobil, kemana-mana setiap kali beraktivitas, kita selalu menggunakan sepeda. Entah itu ke sekolah, ke warung, ke perpustakaan, ke tempat les, ke rumah kawan atau kemanapun. Tetapi saat kita mulai dewasa dan banyak di antara kawan kita yang telah mengendarai sepeda motor bahkan mobil, maka kita sering beranggapan bahwa memakai sepeda motor apalagi mobil lebih bergengsi daraipada naik sepeda. Dengan kata lain mengendarai sepeda lebih terhina daripada mengendarai motor.

Ke sekolah menengah apalagi kuliah, kita sudah merasa malu menggenjot sepeda. Terlebih lagi jika bertandang ke rumah seseorang yang kita ingin dekati. Kita lebih senang naik angkot daripada bersepeda. Lebih bergengsi dan berkelas, katanya.

Itulah contoh kongkret bagaimana kita memaknai sesuatu hal, dalam hal in sepeda. Jika kita memaknai bahwa sepeda merupakan alat angkut yang sangat hina, maka kita akan malu mengendarainya. Karena kita telah menganggap bahwa diri kita sangat hina akibat sepeda itu.

Namun jika kita memaknainya dengan makna lain yang lebih tinggi, maka kita akan dengan senang hati atau bahkan sangat bangga mengendarai sepeda. Jika kita melekatkan makna bersepeda adalah olah raga, maka kita akan dengan senang hati bersepeda karena ada target tinggi berupa kebugaran yang hendak kita capai. Betapapun jalan naik ataupun turun gunung. Baik di jalan raya atau bahkan di jalan tanah berbatu atau berlumpur, kita akan dengan senang hati menggenjot sepeda bahkan menuntun atau memanggul sepeda itu jika jalan tak lagi bisa dilalui dengan mengendarainya. Itu semua kita lakukan dengan senang hati dan gembira.

Makna Tertinggi

Demikian pula di lingkungan pekerjaan. Bagaimana kita memaknai setiap pekerjaan yang kita lakukan, akan sangat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan kita. Paling tidak dari sisi interpretasi kita. Jika kita memaknai diri kita hanyalah sebagai anak buah dan pesuruh atasan, maka kita hanya akan bertindak jika kita disuruh dan diperintah oleh atasan tanpa inisiatif. Tetapi jika dengan pekerjaan yang sama kita memaknainya dengan lebih tinggi, sebagai partner atau bahkan sebagai pengatur pekerjaan atasan, maka kita secara tak sadar akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Karena kita merasa yakin bahwa tanpa peran kita, atasan tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

Oleh karena itu, mari kita maknai aktivitas bersepeda kita dengan makna tertinggi yang dapat kita lekatkan padanya. Jika kita meletakkan makna bersepeda sekedar sebagai gaya hidup para eksekutif maupun para urban, maka kita hanya akan senang hati mengendarai sepeda sebatas gaya hidup. Karena dalam persepsi kita, kita tidak sedang mengendarai sepeda tetapi kita sedang larut mengikuti mode dan gaya hidup, yang sesaat berikutnya dapat pudar sejalan munculnya gaya hidup yang lain. Namun jika kita melekatkan arti bersepeda secara hakiki bahwa sepeda adalah alat transportasi yang ramah lingkungan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para anggota komunitas pekerja bersepeda atau Bike to Work (B2W), maka kita akan dengan sengan hati dan bangga mengendarai sepeda tersebut. Karena dalam persepsi kita, sesungguhnya kita bukan hanya sedang mengayuh sepeda untuk beraktivitas, tetapi kita sedang beramal soleh bagi jagat raya ini dengan mengurangi global warming, mengurangi polusi udara kota Bandung yang semakin hari semakin menguatirkan.

Mari kita hijaukan bumi ini, kita birukan langit ini.

Lamun sanes urang, saha deui?

Lamun teu ayeuna, iraha deui?

Let’s act beyond green.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

The World is Flat

Posted by jamugendong pada 23 Desember 2009

Pada jaman dahulu, masyarakat menganggap bahwa bumi ini adalah suatu bidang datar. Pada abad 15 pemahaman ini bahkan telah dianggap sebagai suatu kebenaran. Bahkan Columbus mempercayainya jika manusia dari barat, maka akan berakhir di timur. Paham ini sampai sekarang ternyata masih juga banyak pengikutnya. Salah satunya tergabung pada www.theflatearthsociety.com. Sejalan dengan perubahan jaman, peradaban dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta astronomi, akhirnya pemahaman manusia tentang bumi berubah. Manusia mulai percaya bahwa bumi itu berbentuk bulat, dan bumi tersebut berputar melalui porosnya dengan matahari sebagai pusatnya (helio centris).

Meskupun tulisan ini saya buka dengan berbagai pendapat atau pemahaman orang tentang bentuk fisik bumi kita, namun sesungguhnya saya tidak sedangmebicarakan astronomi ke hadapan pembaca sekalian. Bahwa bumi itu rata atau the world is flat, bukanlah suatu pengertian harafiah, tetapi suatu pemahaman baru dan jargon baru bukan tentang bentuk fisik bumi, tetapi bisa berbagai hal dari berbagai dimensi.

Dalam dunia informasi dan teknologi (IT), jargon the world is flat adalah pemahaman tentang kemudahan yang disodorkan oleh kemajuan dunia internet. Yaitu kita dapat memperoleh informasi apapun dan dari manapun hanya dalam hitungan detik bahkan milidetik. Informasi tersebut tersaji dengan jelas hanya di atas layar datar komputer maupun laptop.

Dalam dunia telekomunikasi, kecenderungan the world is flat juga sudah mulai menggejala. Flat yang dimaksud dalam jargon ini adalah flat dari segi tarif yang dibebankan kepada pemakai fasilitas telekomunikasi.

Beberapa operator telekomunikasi saat ini telah banyak yang memberlakukan zona lokal yang semakin luas. Zona lokal yang semakin luas ini berarti mengenakan tarif yang sama atau flat pada jarak yang berbeda. Selain itu ada pula tarif flat atas penggunaan fasilitas telekomunikasi selama suatu periode tertentu (harian, mingguan maupun bulanan), tanpa memerdulikan lagi seberapa banyak pelanggan menggunakan fasilitas telekomunikasi tersebut.

Internet, sebagai anak kandung telekomunikasi, justru telah lari sedemikian jauhnya meninggalkan jargon dan konsep the world is flat. Karena di dunia internet, saat ini hampir sudah tidak berlaku lagi tarif yang harus ditanggung oleh pelanggan atau user yang memanfaatkan content internet. Tarif yang berlaku di dunia internet adalah tidak ada tarif, alias free. Tengoklah YM!, Friendster, Blogger, WordPress, Gtalk, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi,  semuanya diciptakan untuk user dengan tidak memungut sepeserpun dari user.

Era gratis atau tidak berbayar ini, cepat atau lambat, mau tidak mau, suka atau tidak suka pasti akan berimbas pada dunia telekomunikasi dengan segala produk turunannya. Baik dalam bentuk voice, data atau lainnya.

Jika masa tidak berbayar ini tiba, maka sudah tidak ada lagi pendapatan abonemen yang secara tetap biasanya akan kita peroleh setiap bulan. Tidak ada lagi pendapatan atas pemakaian telekomunikasi oleh pelanggan. Banyak hal memang yang kelak dapat dilakukan untuk mencari pengganti atas revenue yang hilang ini. Namun sebelum masa itu tiba, sangatlah tepat jika kita mengatur strategi bisnis memanfaatkan era tarif flat ini dengan memberikan tarif flat pula kepada pelanggan kita.  Oleh karena era ini tidak akan berlangsung lama, maka kecepatan kita mengambil keputusan akan sangat mempengaruhi hasil yang kita harapkan. Semakn lambat kita mengambil keputusan, maka era flat akan segera berganti menjadi era free. Jika era ini tiba dan kita belum sempat mengoptimalkan potensi yang ada selama era flat, maka berarti kerugian besar telah terjadi.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

Manohara

Posted by jamugendong pada 1 Juni 2009

manohara

Lha iya, wong waktu kawin aja diem-diem, ee lha giliran sudah tidak suka (?) ngoyoworo kalau disiksa suaminya. Sudah gitu kok ya semua orang dilibatkan. Negara juga dibilang enggak bertanggung jawab, bahkan Dubes juga disuruh mundur dari jabatannya.

Balasan akhirnya datang juga dari kerabat kerajaan Kelantan yang akan membawa kasus ini ke pengadilan, biar terbukti apakah benar terjadi penyiksaan atas diri Manohara oleh Sultan Kelantan atau tidak. Nah lho?

Bagian berikutnya dari babak ini adalah, kita tunggu tampilnya para pengacara.

Sampeyan mau jadi pengacaranya Manohara Odilia Pinot?

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

Penguasa

Posted by jamugendong pada 19 Maret 2009

Sudah galibnya memang, jika kita berada dekat dengan penguasa maka kita akan mendapat cipratan kekuasaannya. Atau paling tidak mendapat cipratan rejeki dalam tanda kutip. Kenapa dalam tanda kutip? Ya jelas, rejeki yang nempel di dekat penguasa biasanya rejeki yang mempunyai kausalitas. Rejeki yang mempunyai efek balik. Yaitu rejeki yang tak mungkin turun kepada kita jika tak ada yang bisa diharap dari kita.

Orang lain tak akan memberikan sesuatu kepada kita jika bukan karena pengauasa yang ada di dekat kita. Orang taidak akan memberikan sesuatu kepada kita, jika mereka tidak akan mendapatkan sesuatu dari penguasa itu melalui kita. Dan sesuatu yang kita bilang rejeki itu, dia sesungguhnya adalah suap

Kalau saja penguasa yang kita dekati saja bisa mendatangkan sesuatu kepada kita, menapa kita tidak mendekati sang Maha Kuasa saja yang dapat mendatangkan rahmat!

Dekatlah pada penguasa, maka kau akan mendapat suap.
Dekatlah pada Sanag maha Kuasa, maka kau akan mendapat rahmat.

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.